Misa Amane - Death Note -->

Jumat, 10 Oktober 2014

Pengertian Penalaran

1. Buatlah paragraf analisis eksplositoris yang di susun dengan deduksi ilmiah. Panjang karangan 5 paragraf. Diskusikan jawaban anda bersama teman anda untuk menghasilkan jawaban yang sempurna.
Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia. Kanker serviks merupakan kanker ganas yang terbentuk dalam jaringan serviks (organ yang menghubungkan uterus dengan vagina). Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim. kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan Penapisan Kanker Leher Rahim, sehingga 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (IIIB ke atas), karena Kanker Leher Rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes Pap smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit. Ada beberapa tipe kanker serviks. Tipe yang paling umum dikenal adalah squamous cell carcinoma (SCC), yang merupakan 80 hingga 85 persen dari seluruh jenis kanker serviks.
Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjajng yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit di deteksi. Oleh karena itu disarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan tests IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll). Ciri Gejala Awal Kanker serviks mungkin tidak menunjukan kondisi yang berarti, dan hanya dikira sebagai kondisi kurang fit saja. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali penyakit kanker serviks/rahim dan semua gejala yang ditimbulkan. Pendarahan abnormal pada vagina, ini adalah gejala yang paling umum. Perempuan harus menyadari menstruasi mereka, pendarahan setelah hubungan seksual, bercak diantara periode menstruasi. Sebuah pendarahan vagiina yang abnormal dan tiba-tiba tanpa alasan. Kondisi ini anda harus segera periksa kesehatan ke klinik terdekat agar mengobati kanker rahim tidak terlambat lagi. Nyeri panggul, nyeri panggul yang tidak berhubungan dengan kondisi lain, menstruasi, atau aktivitas fisik bisa menjadi gejalan kanker serviks. Keputihan, ketika anda mengamati bahwa anda memiliki keputihan yang tidak biasa dan sering, mungkin menjadi salah satu gejala kanker. Ini merupakan gejala umum yang berkaitan dengan kondisi perempuan. Peningkatan frekuensi kencing, bila anda sering buang air kecil, saatnya anda pergi ke dokter dan check up. Ini mungkin jugs merupkan ISK (Infeksi Saluran Kemih) tetapi untukk memastikan, mencari info dari dokter untuk segera ditangani. Nyeri selama hubungan seksual, bila anda merasa sakit yang tidak diinginkan selama hubungan seksual, anda mungkin menderita kanker serviks. Gangguan pencernaan, ketika anda mengalami sembelit kronis dan merasa benjolan bahkan rasa sakit saat anda buang air besar. Kehilangan nafsu makan, penurunan mendadak nasu makan juga dapat menjadi tanda kanker sevik. Kelelahan, bahkan ketika anda beristirahat tapi anda masih merasa stres dan merasa lelah sepanjang waktu, kemungkinan ini tanda dari kanker serviks.
Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik. Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama dapat meningkatkan resiko seorang wanita terkena penyakit kanker serviks ini. Untuk itu, jika ingin menunda kehamilan, bicarakan solusi tepat dengan seorang dokter ahli agar usaha penundaan kehamilan tidak berakibat buruk pada kesehatan.
Kanker serviks atau kanker leher rahim jenis kanker ganas yang menyerang saluran reproduksi perempuan. Perempuan yang telah terjangkit virus papiloma manusia mengalami rasa ketakutan berlebih dan putus asa untuk kembali sembuh. Meskipun tidak dapat sembuh seperti perempuan normal lainnya akan tetapi dukungan, simpati, empati dari keluarga dan orang terdekat akan membuat penderita bersemangat untuk sembuh. pengobatan kanker serviks harus mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya ukuran tumor, usia penderita, tingkat stadium kanker serviks, usia penderita dan lain-lain. pada umumnya, 70% pasien kanker serviks saat didiagnosa sudah mengalami stadium lanjut. Standar pengobatan kanker serviks meliputi terapi: operasi pengangkatan, radioterapi, dan kemoterapi.  Pengobatan kanker serviks tahap pra kanker - stadium 1A adalah dengan: histerektomi (operasi pengangkatan rahim). Bila pasien masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biospy dapat menjadi pilihan Pngobatan kanker serviks stadium IB dan IIA tergantung ukuran tumornya. Bila ukuran tumor tidak melebihi 4cm, disarankan radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan / tanpa kemo. Bila ukuran lebih dari 4cm, pasien disarankan menjalani radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi. Selain pengobatan medis, pasien juga dapat melakukan terapi komplementer dengan herbal kanker.
Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Kata yang tepat untuk anda melakukan pencegahan dini terhadap resiko terserang kanker serviks. Jenis penyakit yang menjadi momok yang menakutkan untuk setiap perempuan. Tidak ada yang menyadari gejalanya, bahkan survey menunjukan perempuan yang terinfeki virus papiloma manusia (penyebab kanker serviks) baru memeriksakan diri setelah berada pada stadium 3 yang membuat penderita mengalami kerusakan organ-organ di dalam tubuhnya. Tidak menutup kemungkinan pola kehidupan anda beresiko mengalami kanker serviks. Lakukan pencegahan kanker serviks dengan cara Pemberian vaksin kanker serviks, Keganasan kanker serviks dapat menyerang wanita tanpa melihat kelompok umur. Vaksin dapat diberikan pada kelompok umur 11-26. Vaksin diberikan pada bulan 0,1 dan bulan ke 6. Deteksi dengan Pap Smear Pap smear atau tes papaniculou merupakan metode skrining untuk dapat mendeteksi kanker serviks. Test ini telah terbukti dapat mendeteksi dini terjadinya infeksi virus penyebab kanker serviks, sehingga mampu menurunkan resiko terkena kanker serviks dan memperbaiki prognosis. Hindari hubungan seks bebas, Human papiloma virus (HPV) yaitu virus penyebab kanker serviks dapat menular melalui hubungan seksual. Fakta menunjukan hubungan seksual dengan menggonta-ganti pasangan menjadi penyebab utama penularan HVS. Hindari rokok, penderita kanker serviks diantaranya adalah 30 persen dari wanita perokok aktif. Penyebabnya adalah kandungan zat kimia yang terdapat di dalam rokok memicu infeksi virus penyebab kanker serviks. Menghindari diet tidak seimbang, Diet yang salah dapat memicu perkembangan virus penyebab kanker serviks. Kandungan yang terdapat dalam sayur dan buah justru dapat membantu untuk melindungi anda dari serangan kanker serviks. Produk kimia berbahaya, Kehidupan modern yang bersifat instans justru memicu timbulnya kanker. Kandungan berbahaya yang terdapat di dalam pembungkus dan bahan plastik yang terkena panas memicu timbulnya kanker. Minimalisir penggunaan sterofom, bahan plastik yang dipanaskan atau terkena plastik.
2. Buatlah paragraf dengan penalaran sebab-akibat, kesimpulan induktif, kesimpulan berupa perkiraan (ramalan)
Di zaman era globalisasi ini, perkembangan teknologi dan informasi sangatlah cepat. Komputer leptop dan gadget tidak dapat dipisahkan dari manusia, karena barang tersebut sangat membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan, nerkomunikasi dan juga untuk bermain permainan. Bahkan anak kecilpun sudah banyak yang memakai gadget untuk bermain ataupun berkomunikasi. Namun karena kemudahan itu manusia jadi sangat tergantung dengan gadget, sehingga banyak komunikasi secara langsung yang hilang. Dikhawatirkan di masa yang akan datang sosialisasi antar manusia berkurang, karena kemajuan teknologi dapat mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat.

3. Buatlah paragraf deduktif dengan kesimpulan inferensi (3-5 kalimat -+ 100 kata), gunakan pola: pendapat - analisis - dukungan / pembuktian fakta 1-dukungan / pembuktian 2-kesimpulan inferensi.
            Penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak di dengung-dengungkan. Narkoba memiliki efek ketagihan yang mengakibatkan penggunanya kehilangan akal sehat. Setiap jenis dari narkoba memiliki efek yang berbeda dan diantaranya adalah dapat menyebabkan ddetak jantung yang lebih cepat dari normal bahkan banyak kasus orang yang menggunakan narkoba sampai mengalami kematian karena overdosis.

4. Buatlah paragraf induktif dengan kesimpulan implikasi (3-5 kalimat -+ 100 kata), gunakan pola pemecahan masalah : pernyataan maksud - deskripsi masalah - tujuan - cara mencapai tujuan - dukungan/kekuatan - kelemahan - alternatif - kesimpulan implikasi.

            Berbagai kelebihan dan keunggulan negeri matahari terbit ini menjadikan ia sebagai salah satu negara yang ingin dikunjungi oleh orang-orang dan Negara lain. Keunikan dan ciri khas negara ini dapat dilihat dari cara berpakaian, makanan, perumahan, dan kepribadian bangsanya yang begitu menghargai waktu. Bunga sakura yang bermekaran di musimnya. Dimulai dari animasi hingga idola,negara ini telah menciptakan sekelompok orang yang disebut penggemar di dalam kawasan Asia. Manga dan Anime yang juga merupakan bagian dari budaya muda. Itulah Negara Jepang yang merupakan salah satu negara yang sangat mengagumkan.

5.) Buatlah paragraph yang dimulai dengan proposisi berikut ini.
1. Jika tekat sudah bulat, Indonesia pasti dapa mengembangkan industri mobil dalam negeri
2. setip orang berakhlak, pasti antikorupsi.
1.         Jika tekad sudah bulat, Indonesia pasti dapat mengembangkan industri mobil dalam negeri. Karena Indonesia sudah mampu membuat mobil listrik, meski belum 100 persen komponennya buatan dalam negeri. Meski belum dapat diproduksi massal, tetapi mobil listrik buatan anak bangsa sudah mendapat perhatian di dalam negeri dan luar negeri
2.         Setiap orang berakhlak pasti antikorupsi. Pendidikan moral dan akhlak merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menggapai cita dan tujuan bangsa dan juga dapat dianggap sebagai salah satu cara untuk menunjukkan cirri khas suatu negra. koruptor, para koruptor tercipta karena mereka memiliki wawasan yang luas namun tidak di imbangi dengan akhlak yang baik.
6.) Buatlah paragraph induktif yang diakhiri dengan kalimat proposisi positive universal.
                Kota metropolitan yang luas dan besar dengan populasi lebih dari 9 juta jiwa. Kota metropolitan yang tidak pernah sepi dari berbagai macam aktifitas, pariwisata, hiburan, ekonomi, perdagangan, politik sampai kota sebagai pusat pemerintahan Indonesia  ini, memang memiliki daya tarik tersendiri, sehingga membuat banyak kalangan, dari berbagai latar suku, kebudayaan, dan daerah datang dengan berbagai tujuan. Semua itu adalah ciri dari Kota Jakarta ibu kota Negara republik Indonesia.
7.) Baca paragraph berikut ini. Tentukan (1) proposisi, (2) penalaran yang digunakan, (3) pmbuktian, (4) hasil pembahasan, dan (5) jenis kesimpulan.
(1) Sebagai mobil sport yang bertenaga besar, Nisan 350Z layak mewakili produk Nisan yang dikenal sebagai mobil bertenaga besar dan tangguh. (2) Nisan 350Z menyandang mesin berkapasitas 3,5 liter, 6 silinder dalam konfigurasi V(V6), 24 katup (4 katup per silinder, continuouosly variable valve timing (CVVT), yang menghasilkan daya maksimum 287 PK ( partdekracht, tenaga kuda pada 6.200 putaran mesin per menit (rpm) dan torsi maksimum 363 Nm (Newton-meter) pada 4.200 rpm. (3) Daya dan torsi sebesar itu diteruskan keroda melalui pernelling otomatik dengan 5 tingkat kecepatan yang dilengkapi denga manual shift mode lazim disebut tiptronic. (4) Akselerasinya cukup signifikan. (5) Kecepatan 100 kilometer perjam dari posisi berhenti dicapainya dalam waktu 6 detik.
            (7) Greg Wilsin (ahli otomotif) menguji coba mesin Nisan 350Z, (Majalah Otomotif Online Canadiandriver), menyebutkan penilaiannya bahwa pada saat mendekati 5.000-6.000 rpm suara raungan mesin menerobos kabin. (8) Suara raungan itu tidak mengganggu, bahkan menimbulkan kesan macho. (9) Suara raungan itu justru memberikan perasaan akan besarnya kekuatan mesin berkapasitas 3,5 liter itu.(10) Mobil seharga Rp.885 juta itu seakan menawarkan kenyamanan, kemewahan, dan keperkasaan. (Kompas, 24 Juli 2003).
            (1). Proposisi               :  Proposisi empirik
            (2). Penalaran              : Penalaran induktif
(3). Pembuktian           : terbukti dengan penjelasan mengenai spesifikasi mobil yang         didasarkan oleh fakta
            (4). Hasil pembahasan : Pendapat pribadi mengenai mobil yang di bahas
            (5). Jenis kesimpulan   : kesimpulan implikasi
8.) Tentukan jenis proposisi kalimat dibawah ini 
      1) Jumlah sudut segi empat yaitu 360°                       : proposisi empirik
      2) Suhu badan orang sehat yaitu 36°                          : proposisi empirik
      3) Volume benda adalah sebesar cairan yang dipindahkan : proposisi empirik
      4) Manusia adalah makhluk yang berakal budi           : proposisi mutlak
      5) Semua makhluk bernyawa akan merasakan mati    : proposisi positif universal
      6) Jika volume penjualan X meningkat, laba usqaha akan meningkat : proposisi hipotetik
  7) Industri mobil nasional dapat berkembang jika pemerintah mengarahkan   dan   Mengendalikannya : proposisi kategoris
       8) Sebagian orang memilih kehidupan di dunia sebagai tujuan akhir : p. positif parsial
       9) Sebagian orang tidak bekerja pada malam hari                                : P. positif parsial
     10) Tidak sedikitpun orang makan daging kucing                                : p. negatif universal

9.) Sebutkan unsur-unsur yang membentuk sebuah penalaran.
·         Topik, yaitu ide sentral dalam bidang kajian tertentuyang spesifik dan berisi sekurang-kurangnya dua variable
·         Dasar pemikiran, pendapat atau fakta dirumuskan dalam bentuk proposisi yaitu kalimat pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau kesalahahnnya.
·         Proposisi
·         Proses berpikir ilmiah
·         Logika
·         Sistematika
·         Permasalahan
·         Variable
·         Analisis
·         Pembuktian (argumentasi)
·         Hasil
·         Kesimpulan

10.) Jelaskan pengertian penalaran karangan
            Penalaran adalah proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan kesimpulan. Atau menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.



Minggu, 29 Juni 2014

Bekerjasama dalam team (kelompok) atau Team Work

Pengertian KelompokKelompok adalah kelompok dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, menyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander,1968; Lewin,1948)

Karakteristik Kelompok
  • Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
  • Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
  • Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit
  • anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
  • individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
Tahapan Pembentukan Kelompok
1.  Tahap 1 - Forming
      Pada tahap ini, kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum bisa saling percaya. waktu banyak dihabiskan untuk merencanakan, mengumpulkan informasi dan mendekatkan diri satu sama lain.
2. Tahap 2 - Storming
    Pada tahap ini kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah apa yang akan mereka selesaikan, bagaimana fungsi mereka masing-masing dan model kepemimpinan seperti apa yang dapat mereka terima. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasikan ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. pada beberapa kasus, tahap strorming cepat selesai.
     Namun ada pula beberapa kelompok yang mandek pada tahap  ini. Tahap storming sangatlah penting untuk perkembangan suatu kelompok. Tahap ini bisa saja menyakitkan bagi anggota kelompok yang menghindari konflik. anggota kelompok harus memiliki toleransi terhadap perbedaan yang ada.
3. Tahap 3 - Norming
     Terdapat kesepakatan dan konsesus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jwab telah jelas. Kelompok mulai menemukan harmoni seiring dengan kesepakatan yang mereka buat mengenai aturan-aturan dan nilai-nilai yang digunakan. Pada tahap ini, anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi penting masing-masing anggota untuk kelompok.
4. Tahap 4 - Performing
     Kelompok pada tahap ini dapat berfungsi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling tergantung satu sama lainnya dan mereka saling respek dalam berkomunikasi. Supervisor dari kelompok ini bersifat partisipatif. Keputusan penting justru banyak diambil oleh kelompok.
5. Tahap 5 - Adjourning dan Transforming
     ini adalah tahap terakhir dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap manapun ketika mereka mengalami perubahan (transforming). Misalnya jika ada review mengenai goal ataupun ada perubahan anggota kelompok.

Kekuatan Team Work
     Team work adalah "pekerjaan  yang dilakukan oleh beberapa asosiasi dengan masing-masing melakukan bagian tetapi semua mensubordinasi keunggulan pribadi untuk efisiensi keseluruhan".
berikut poin-poin teamwork yang baik:
  1. Teamwork adalah kerjasama dalama tim yang dibentuk dari beragam divisi dan  kepentingan.
  2. sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
  3. ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
  4. dalam teamwork yang dikerjar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
  5. keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak saling pengertian.
Implikasi Manajerial
     Implikasi manajerial dalam hal pembentukan kelompok sangat terlihat pada pembentukan team work pada satu perusahaan. perusahaan dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses operasional usaha mereka melalui teamwork. Pemimpin perusahaanjuga dapat lebih mudah dalam mengontrol tenaga kerja mereka sehingga dapat memberikan apresiasi sesuai dengan hasil pencapaian baik secara umum melalui team work maupun secara khusus melalui anggota-anggotanya.



Selasa, 13 Mei 2014

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi

A. Definisi dan Dasar Pengambilan Kepuantusan

Definisi menurut P. Siagian:
Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta datn data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.

Dasar Pengambilan keputusan
1. Intuisi        
    suatu proses yang timbul akibat pengalaman yang terseleksi
2. Pengalaman
    Pengambilan kepputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis.
3. Fakta
    Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan lebih tinggi.
4. Wewenang
    Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh atasan teradap bawahannya.
5. Rasional
    Keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis dan lebih transparan.

B. Jenis-jenis Pengambilan Keputusan Organisasi

  • Rasional Obyektif. bila keputusan tersebut dapat memaksimumkan nilai-nilai tertentu dalam situasi tertentu
  • Rasional Subyektif. dapat digunakan bila keputusan memaksimumkan perolehan relative pengetahuan akan subyek tertentu.
  • Rasional sadar. diterapkan untuk keputusan-keputusan dimana berbagai penyesuaian sarana terhadap hasil akhir merupakan proses yang dilakukan dengan sadar.
  • Rasional sengaja. Bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi.
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
  • Adanya pengaruh tekanan dari luar
  • Adanya pengaruh kebiasaan lama (konservatisme)
  • Adanya pengaruh sifat-sifat pribadi
  • Adanya pengaruh dari kelompok luas dan lingkungan sosial
  • Adanya pengaruh keadaan masa lampau (pengalaman)
D. Implikasi Manajerial

Dalam pengambilan keputusan dubudang manajerial, seorang pemimppin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi suatu masalah dimana keterampilan seorang pemimpin harus selalu diasah untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks karena membutuhkan pertimbangan yang matang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan yang terpenting dalam setiap pengambilan keputusan seorang manajer diharuskan keputusan tersebut dapat diterima oleh semua alangan karena adanya kebijakan

Daftar Pustaka
- Dadang, Sunendar. 2012. "Pengambilan Keputusan". http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_PERANCIS/196310241988031-DADANG_SUNENDAR/Pengambilan_Keputusan.pdf. Diakses tanggal 14 Mei 2014.

-Ayun Sriatmi, Dra, M.Kes. "Pengambilan Keputusan". http://eprints.undip.ac.id/5787/1/Pengambilan_Keputusan_-_AYUN_SRIATMI.pdf. Diakses tanggal 14 Mei 2014.





Sabtu, 12 April 2014

Kepemimpinan

Arti Penting Kepemimpinan
Menurut Robbert D Stuart (2002: 352) bahwa pemimpin adalah seorang yang diharapkan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi, memberi petunjuk dan juga mampu menentukan individu untuk mencapai tujuan organisasi.
Gibson menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang guna pencapaian suatu tujuan. Masih berhubungan dengan pengaruh, Ken Blanchard yang dikutip oleh Marcelene caroselli (2000: 9) menyatakan bahwa kunci untuk kepemimpinan hari ini adalah “pengaruh” bukan “kekuasaan” selanjutnya ia mengatakan para pemimpin tahu bagaimana mempengaruhi orang-orang dan membujuk mereka untuk suatu tuntutan pekerjaan yang tinggi.
Tipologi Kepemimpinan
Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian,1997).

1. Tipe Otokratis
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau
ciri sebagai berikut:
a. Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi;
b. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi;
c. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat;
d. Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya;
e. Dalam tindakan penggerakkannya sering mempergunakan pendekatan yang  mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum
2. Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut :
a. Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan;
b. Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya;
c. Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan;
d. Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan;
e. Sukar menerima kritikan dari bawahannya;
f. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3. Tipe Paternalistis
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut :
a. Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa; bersikap terlalu melindungi (overly protective);
b. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan;
c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif;
d. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya;
e. Sering bersikap maha tahu.
4. Tipe Demokratis
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia;
b. Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya;
c. Senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya;
d. Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan;
e. Ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain;
f. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya;
g. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
5. Tipe Karismatik
Tipe kepemimpinan ini tidak dapat dijelaskan secara nyata karena pemimpin yang disukai karena karismanya cenderung tidak memiliki patokan khusus dalam mencirikan apa yang disukai dari sifat kepemimpinan dengan tipe ini. Karisma seorang pemimpin  biasanya tercipta secara alami dari sikap pribadi pemimpin tersebut.

Faktor –faktor yang mempengaruhi kepemimpian:
-          Faktor Individu
Dalam faktor ini seorang pemimpin harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang cukup, ketrampilan, sifat pribadi pemimpin itu sendiri serta nilai-nilai yang diyakininya. Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang cukup banyak mengenai banyak hal disekitarnya bukan hanya sekedar tentang bidang yang sedang dipimpinnya, karena tanggungjawab seorang pemimpin meliputi banyak aspek.
-           Faktor Internal
Yang dimaksud dengan faktor internal adalah terkait dengan karakter pemimpin tersebut yang juga bisa dijadikan cirri oleh orang lain. Seorang pemimpin yang kompeten dapat dilihat dari pengetahuannya tentang banyak hal.
-          Faktor Eksternal
Aspek yang terdapat di dalam faktor ini adalah bawahan dan situasi. Sifat kepemimpinan seseorang dipengaruhi pula oleh tingkat pendidikan bawahannya, status social dll, situasi yang mempengaruhi sifat kepemimpinan seseorang meliputi waktu, tempat, sifat organisasi yang iapimpin dll.

Imlikasi Manajerial Kepemimpinan dalam Organisasi
Hasil dari temuan penelitian dapat direkomendasikan beberapa implikasi kebijakan sesuai dengan prioritas yang dapat diberikan sebagai masukan bagi pihak pimpinan. Hal pertama yang paling penting untuk ditingkatkan adalah implikasi manajerial berhubungan dengan dampak strategis atas gaya kepemimpinan terhadap budaya organisasi. Hal ini disebabkan gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh sebesar terhadap budaya organisasi, komitmen organisasi, kinerja karyawan dengan pembuktikan yang signifikan.
Daftar Pustaka:
- Nurjanah, SE. 2008.  “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan.” http://eprints.undip.ac.id/18483/1/Nurjanah2.pdf Diakses tanggal 13 april 2014.
  
- Irawanty A. Kahar.2008. “Konsep Kepemimpinan dalam Perubahan Organisasi”. jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, Vol.4, No.1, Juni 2008. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16090/1/pus-jun2008-%20(4).pdf. Diakses tanggal 13 April 2014


- Baihaqi, Muhammad Fauzan.2010. “Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap kepuasan kerja dan Kinerja dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Intervening”. http://eprints.undip.ac.id/23032/1/SKRIPSI_C2A003074.pdf. Diakses tanggal 13 April 2012


Senin, 17 Maret 2014

Peran Komunikasi Dalam Organisasi

A. Pengertian
Apakah Ilmu Komunikasi itu?
Kita dapat mengutip definisi ilmu komunikasi sebagai berikut:

"Ilmu komunikasi berusaha memahami produksi, proses, dan pengaruh sistem-sistem dan isyarat dengan mengembangkan berbagai  teori yan dapat diuji, yang berisi berbagai generalisasi yang menjelaskan fenomena yang dikaitkan dengan produksi, proses, dan efek tersebut". (Berger &Chaffee, 1987: 17).

Istilah komunikasi  atau dalam bahasa Inggris Communication berasal dari bahasa latin Communicatio, dalam perkataan ini bersumber dari kata Communis yang berarti "Common", sama (Meinanda, 1982: 4). jadi dua orang terlibat dalam komunikasi maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dikomunikasikannya, yakni baik si penerima maupun si pengirim sepaham dari suatu pesan tersebut.

B. Proses Komunikasi di klasifikasikan menjadi 2 bagian:
1. Komunikasi verbal 
    Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis symbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Hampir semua rangsangan bicara yang kita sadari termasuk ke dalam kategori pesan verbal disengaja, yaitu usaha-usaha yang dilakukan secara sadar untuk berhubungan dengan orang lain secara lisan.
2. Komunikasi non verbal
    secara sederhana pesan non verbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata. Mencangkup semua komunikasi (kecuali verbal) yang dihasilkan oleh individu dan pengguna lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan putensial bagi pengirim atau penerima.

C. komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan.
Ada lima hal yang dapat dijadikan sebagai ukuran bagi komunikasi yang efektif, yaitu:
- Pemahaman
- Kesenangan
- Mempengaruhi sikap
- Memperbaiki hubungan
- Tindakan

D. Implikasi Manajerial
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
 
Daftar Pustaka:
- Prof. Dr. Nina W. Syam, M.S. 2013. Model-model komunikasi. Simbiosa Rekatama Media
- Deddy Mulyana M.A, Ph.D. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi
- Teguh Meinanda. 1981. Pengantar Ilmu Komunikasi & Jurnalistik, Armico. Bandung.
- Drs. Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 1985. Psikologi Komunikasi



Selasa, 07 Januari 2014

Perbedaan Wewenang, Kekuasaan dan Pengaruh & Teknik - Teknik Pengambilan Keputusan dan Proses Pengambilan Keputusan

Pengertian Wewenang

      Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu.Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. peranan pokok wewenang dalam fungsi pengorganisasian, wewenang dan kekuasaan sebagai metoda formal, dimana manajer menggunakannya untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.Wewenang formal tersebut harus di dukung juga dengan dasar-dasar kekuasaan dan pengaruh informal. Manajer perlu menggunakan lebih dari wewenang resminya untuk mendapatkan kerjasama dengan bawahan mereka, selain juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan mereka.

Pengertin Kekuasan 

      Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai sesuatu dengan cara yang diinginkan. Studi tentang kekuasaan dan dampaknya merupakan hal yang penting dalam manajemen. Karena kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, maka mungkin sekali setiap interaksi dan hubungan sosial dalam suatu organisasi melibatkan penggunaan kekuasaan. Cara pengendalian unit organisasi dan individu di dalamnya berkaitan dengan penggunaan kekuasaan. Kekuasaan manager yang menginginkan peningkatan jumlah penjualan adalah kemampuan untuk meningkatkan penjualan itu. Kekuasaan melibatkan hubungan antara dua orang atau lebih. Dikatakan A mempunyai kekuasaan atas B, jika A dapat menyebabkan B melakukan sesuatu di mana B tidak ada pilihan kecuali melakukannya. Kekuasaan selalu melibatkan interaksi sosial antar beberapa pihak, lebih dari satu pihak. Dengan demikian seorang individu atau kelompok yang terisolasi tidak dapat memiliki kekuasaan karena kekuasaan harus dilaksanakan atau mempunyai potensi untuk dilaksanakan oleh orang lain atau kelompok lain.
Kekuasaan amat erat hubungannya dengan wewenang. Tetapi kedua konsep ini harus dibedakan. Kekuasaan melibatkan kekuatan dan paksaan, wewenang merupakan bagian dari kekuasaan yang cakupannya lebih sempit. Wewenang tidak menimbulkan implikasi kekuatan. Wewenang adalah kekuasaan formal yang dimiliki oleh seseorang karena posisi yang dipegang dalam organisasi. Jadi seorang bawahan harus mematuhi perintah manajernya karena posisi manajer tersebut telah memberikan wewenang untuk memerintah secara sah.

Pengertian Pengaruh

Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.


TEKNIK-TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  1. Teknik Kreatif
      a.   Brainstorming
            Berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok  dengan  memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ide-idenya.
      b.   Synectics
            Didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan, dimaksudkan untuk meningktakan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok
  1. Teknik Partisipatif
         Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
  1. Teknik Modern
         Teknik Delphi Teknik atau proses Delphi, pertama kali dikembangkan oleh N. C. Dalkey, Helmer, dan rekan pada tahun 1950an dan 1960an dalam Rand Corporation, yang pada saat sekarang terkenal sebagai suatu teknik untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan yang mengandung risiko dan ketidakpastian, misal forecasting jangka panjang. Teknik Delphi termasuk ke dalam teknik pengambilan keputusan modern yang merangsang kreativitas dengan menggunakan pertimbangan berdasarkan gagasan orang lain untuk mencapai Konsensus dalam pengambilan keputusan kelompok. Teknik ini juga merupakan salah satu teknik peran serta dalam pengambilan keputusan stratejik.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Proses pengambilan keputusan adalah proses menentukan suatu jalan keluar dengan berkomunikasi secara bersama-sama atau secara universal diartikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternatif mencakup pembuatan pemilihan maupun pemecahan masalah.

Keputusan terdiri dari :
- Keputusan Strategis, keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dari suatu organisasi.
-Keputusan Taktis, keputusan yang diambil oleh manajemen menengah.
– Keputusan Operasional, keputusan yang dibuat oleh manajemen bawah.

Proses Pengambilan Keputusan menurut para Ahli

♠ Menurut Herbert A Simon, proses pengambilan keputusan pada hakekatnnya terdiri atas tiga langkah utama, yaitu :
1. Kegiatan Intelejen
Menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan untuk mengambil keputusan
2. Kegiatan Desain
Menyangkut pembuatan pengembangan dan pengaanalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
3. Kegiatan Pemilihan
Menyangkut pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari berbagai alternative yang tersedia.


♠ Menurut Scoot dan Mitchell, proses pengambilan keputusan meliputi :
1. Proses pencarian tujuan
2. Formulasi tujuan
3. Pemilihan alternative
4. Mengevaluasi hasil


♠ Menurut Elbing ada lima langkah dalam proses pegmbilan keputusan. Anatara lain :
1. Indentifikasi masalah
2. Pengumpulan dan analisis data yang relevan
3. Pengembangan dan evaluasi berbagai kemungkinan alternative
4. Pemilihan alternative terbaik
5. Implementasi keputusan dan evaluasi hasil


sumber:  
http://ye2couple.wordpress.com/2012/03/06/perbedaan-antara-kekuasaan-dan-wewenang/

http://yanniyanoll.wordpress.com/2013/11/23/perbedaan-wewenang-kekuasaan-pengaruh-dan-teknik-teknik-pengambilan-keputusan-dan-proses-pengambilan-keputusan/